Text
IYAN BUKAN ANAK TENGAH
Riyan selalu berharap bisa berada di tengah keluarga yang hangat, dianggap ada sekaligus disayangi sebagaimana yang Abang dan Adiknya rasakan, tetapi bukan semata-mata kehadirannya dianggap ada hanya karena dibutuhkan saja.\\r\\n\\r\\nDi usianya yang baru menginjak remaja, seharusnya Riyan bisa menghabiskan waktu dengan menemukan hal-hal baru, bukan justru menanggung beban dan luka yang membuatnya berhenti di titik itu dan tidak membiarkannya tumbuh menjadi remaja normal seusianya.\\r\\n\\r\\nRiyan hanya ingin diperlakukan adil, disayangi dengan tulus, bukan diabaikan dan dijadikan pilihan terakhir oleh orang tuanya.\\r\\n\\r\\nNamun, mampukah Riyan terus bertahan ketika kesabarannya sudah berada di ambang batas?
Tidak tersedia versi lain