Text
MEMANG JODOH
Atok, Pengantar dari Cucu Marah Rusli\\r\\n«Ketak, ketik ... ketak, ketik ... ketak, ketik ..., trriiing.» Aku terbangun mendengar bunyi mesin tik manual yang membentuk irama teratur bernada sendu. Suara mesin tik manual yang musikal seperti ini mungkin sudah tidak dikenal oleh generasi masa kini yang serba komputer dan serbadigital. Sambil menunggu azan subuh, beliau akan melantunkan kitab suci Al-Quran secara fasih dengan suara yang merdu. Atau, duduk di depan meja tulisnya sambil menyelesaikan naskah-naskah karangannya, seperti yang sedang dilakukannya saat itu.\\r\\n\\r\\nBiasanya, aku dan adikku tidur bersama beliau, sedangkan kedua kakakku yang wanita bersama nenekku. Kakekku pernah mengatakan akan memberikan hadiah yang sangat istimewa bagi nenekku, yaitu pada hari ulang tahun ke-50 pernikahan mereka, pada 2 November 1961. Aku mengenang kakekku sebagai sosok yang tinggi besar, sangat tampan, berwajah mirip keturunan Timur Tengah, tetapi juga sangat santun dan baik hati. Selain selalu disajikan makanan ataupun penganan yang lezat.
Tidak tersedia versi lain